Cara Menghapus Aplikasi Android


Tutorial dasar Android

Cara Menghapus Aplikasi Android - Siapa sih yang tidak tau Android? Sistem operasi yang memiliki icon robot hijau lucu ini sangat sukses di pasaran dan banyak pula vendor yang mengadopsi sistem operasi ini pada produk - produk atau gadget nya sehingga makin membuatnya berjaya. Dan menurut saya, salah satu kunci sukses dari Android adalah ketersediaan aplikasinya yang sangat melimpah. Lebihnya lagi, aplikasi yang tersedia sebagian besar diberikan secara gratis!

Karena alasan itu pula banyak teman - teman saya (juga termasuk saya sendiri) yang mempertimbangkan dan akhirnya beralih ke perangkat yang menggunakan sistem operasi Android. Tidak sedikit dari aplikasi gratis tersebut yang bisa dibilang cukup keren dan oke, sehingga membuat para pengguna perangkat Android tergiur untuk menginstalnya pada masing - masing perangkat yang dimiliki. Namun keterbatasan ruang penyimpanan terutama pada perangkat yang memiliki spesifikasi kurang mumpuni membuat pengguna harus membatasi juga jumlah aplikasi yang ingin di install.

Dan sering kali pengguna harus meng-uninstall atau menghapus aplikasi "lama" yang dirasa tidak dibutuhkan lagi agar ruang penyimpanan bisa digunakan untuk menginstal aplikasi lainnya yang dianggap "fresh". Mengingat banyaknya pengguna baru perangkat Android yang rata - rata masih awam, terkadang mereka tidak mengerti bagaimana caranya untuk menghapus aplikasi yang sudah tidak diinginkan tersebut. Nah untuk itu pada tutorial dasar Android kali ini, Dunia Gadget 558 akan membeberkan langkah - langkah mudah yang bisa dilakukan untuk mengeksekusi aplikasi yang tidak diinginkan tersebut. Yuk, kita langsung saja ke TKP :D

Langkah pertama yang harus anda lakukan adalah membuka menu setting yang bisa anda temukan di menu, atau bisa juga dengan cara menyentuh softkey (tombol option) pada home screen lalu pilih setting
Setting Android

Setelah membuka setting, pilih aplikasi
Mengatur aplikasi Android

Pada Android versi 2.3 (Gingerbread), anda harus memilih manage applications atau atur aplikasi agar dapat muncul daftar aplikasi seperti pada gambar dibawah ini.
Aplikasi pada Android

Pilih salah satu aplikasi yang ingin dieksekusi atau di hapus, lalu pilih uninstall
Menghapus aplikasi Android

Ketika ada peringatan untuk mengkonfirmasi, tekan oke atau uninstall, dan aplikasi akan dihapus oleh sistem. Nah cukup mudah bukan caranya? Silahkan cari aplikasi lain yang sekiranya kurang berguna atau tidak anda butuhkan lalu lakukan cara yang sama seperti yang sudah tertulis diatas.

Namun aplikasi bawaan pabrik tidak akan bisa dihapus dengan cara ini, karena anda tidak memiliki ijin untuk melakukannya. Memang, pada saat baru membeli sebuah perangkat Android, biasanya banyak terdapat bloatware (aplikasi "tidak berguna") yang cukup memenuhi ruang penyimpanan atau memory internal dari perangkat anda. Sebagian dari bloatware atau aplikasi itu bisa dihapus dengan cara normal seperti yang saya jelaskan diatas, namun sebagian lainnya tidak bisa dihapus karena tergolong aplikasi system.

Menghapus aplikasi yang tidak bisa dihapus (aplikasi system) tersebut bisa dilakukan dengan memanfaatkan sebuah aplikasi, yakni Link2SD. Namun untuk dapat memanfaatkannya, perangkat anda harus terlebih dahulu di-root karena aplikasi tersebut membutuhkan akses root. Untuk cara penggunaannya bisa anda baca pada halaman cara menggunakan Link2SD. Nah mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan pada posting kali ini. Semoga bermanfaat :D

Mau Info Hot

Apa Itu Multitasking?

Apa Itu Multi Tasking? - Dalam dunia gadget kita sering sekali mendengar berbagai istilah - istilah yang biasanya akan membingungkan pengguna atau masyarakat awam. Di blog Dunia Gadget 558 ini pun saya sering menyebutkan beberapa istilah tersebut, dan salah satu yang sering saya sebut adalah istilah multi tasking (multitasking). Karena beberapa rekan saya masih ada yang belum paham mengenai istilah ini, maka saya memutuskan untuk membahas sedikit tentang multitasking, namun dengan menggunakan "bahasa orang awam" dan mungkin sedikit tidak relevan.

Multitasking adalah sebuah metode yang biasanya digunakan oleh gadget (PC, laptop, tablet smartphone dan lainnya) untuk menjalankan "tugas ganda". Bagaimana maksudnya? Misalnya pada sebuah komputer, kita melakukan sebuah "tugas" dengan membuka aplikasi "A", lalu di saat yang sama kita juga ingin menjalankan tugas lain yang harus dilakukan dengan aplikasi "B" namun anda tidak ingin menutup aplikasi "A". Jadi istilah ini mengacu pada bagaimana sebuah gadget melakukan dua hal atau lebih secara bersamaan dan dalam satu waktu. Masih belum mengerti? Oke, kita mulai membuat sebuah perumpamaan.

Kita (manusia) di analogikan sebagai laptop misalnya. Lalu kita ingin menulis menggunakan tangan kanan, di saat yang bersamaan kita juga ingin menggambar dengan tangan kiri. Nah dengan demikian kita melakukan dua (lebih dari satu) tugas secara bersamaan, seperti itulah kira - kira gambaran multitasking.

Pada laptop atau PC, biasanya kita dapat melakukan "real multitasking" yang artinya kita dapat benar - benar bisa membuka dua tugas atau lebih secara bersamaan yang munculnya dalam satu layar (tanpa me-minimize aplikasi). Sedangkan pada smartphone yang sebagian besar beredar di pasaran, multitasking juga bisa dilakukan namun dengan syarat aplikasi lainnya harus di minimize, sehingga yang muncul pada layar hanya satu aplikasi saja. Tidak heran, karena mengingat layar pada smartphone tidak cukup besar dan nyaman untuk memunculkan dua aplikasi sekaligus dalam satu layar.

Meskipun beberapa smartphone kelas atas sudah bisa melakukan real multitasking yang mirip seperti yang bisa dilakukan oleh PC atau laptop. Namun pada smartphone tidak disarankan untuk melakukan multitasking jika tidak benar - benar dibutuhkan, karena hal itu dapat berdampak negatif pada smartphone itu sendiri.

Efek negatif multitasking pada smartphone


Dampak yang mungkin bisa terjadi jika kita terlalu sering melakukan multitasking khususnya pada smartphone adalah sebagai berikut :

Menyebabkan baterai smartphone cepat habis terkuras


Seperti yang sudah saya bahas diatas, multi tasking adalah dimana kita melakukan dua tugas secara bersamaan. Melakukan satu tugas saja sudah bisa membuat baterai cepat terkuras, apalagi lebih? Hal itu karena CPU sebagai otak gadget yang memungkinkan smartphone kita untuk menjalankan dua tugas itu akan membutuhkan tenaga ekstra agar dapat menjalankan "tugas berat" itu dengan baik, dimana pemasok tenaga pada gadget termasuk smartphone adalah baterai. Itu artinya baterai juga harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk memasok energi untuk CPU, sehingga daya yang tersimpan pada baterai akan cepat terkuras. Beberapa hal lain yang bisa menyebabkan baterai cepat habis bisa anda simak pada posting di Dunia Gadget 558 yang berjudul Tips menghemat baterai smartphone Android.

Salah satu penyebab smartphone cepat panas


Pernah mengalami atau merasakan panas berlebihan pada smartphone anda? Bisa jadi penyebabnya adalah karena anda melakukan multitasking pada smartphone anda. Hal itu karena CPU, baterai dan berbagai komponen lain harus bekerja keras untuk dapat melakukan tugas ganda. Dan saat bekerja keras tersebut pastinya akan dihasilkan panas yang berlebihan, seperti saat kita berolahraga secara terus menerus, pasti tubuh kita akan terasa panas.

Terkadang pengguna awam tidak tau bahwa mereka secara tidak sengaja telah menggunakan fitur multitasking pada smartphone nya karena tidak tau cara menutup aplikasi dengan benar. Selalu gunakan menu "exit" tiap kali akan menutup aplikasi atau menyentuh tombol back berulang kali, khususnya bagi pengguna smartphone dengan sistem operasi Android. Jangan gunakan tombol "home" yang biasanya ada di tengah, karena pada perangkat Android tombol tersebut berguna untuk me-minimize (bukan menutup) aplikasi yang fungsinya adalah agar kita dapat memanfaatkan fitur multitasking. Hal lain yang menyebabkan smartphone cepat panas bisa anda baca pada halaman Mengapa smartphone cepat panas?

Penyebab smartphone menjadi lemot


Untuk perangkat ponsel pintar yang memiliki spesifikasi tinggi, mungkin menggunakan fitur ini tidak akan mengalami masalah yang berarti. Tapi bagaimana jika yang digunakan untuk ber-multitasking-ria adalah smartphone yang memiliki spesifikasi pas - pasan? Pastinya akan terlalu membebani CPU dan RAM sehingga performanya terasa berat. Sama saja seperti kita menyuruh anak TK untuk mengerjakan tugas anak SD. Beberapa penyebab smartphone menjadi lemot khususnya untuk perangkat dengan sistem operasi Android bisa anda simak pada posting mengapa Android mulai lemot?

Nah mungkin itu saja yang bisa saya informasikan kepada pemirsa pembaca sekalian tentang multitasking. Untuk informasi lebih lengkap dan lebih relevan tentang multitasking, silahkan kunjungi Wikipedia. Semoga bermanfaat :D

Mau Info Hot

Kenapa Android Mulai Lemot

Kenapa Android Mulai Lemot - Pada zaman yang sudah serba canggih ini, gadget bukan lagi dianggap sebagai barang mewah. Bahkan bisa dikatakan gadget sudah menjadi kebutuhan pokok untuk keperluan sehari - hari, mulai untuk memenuhi hal yang penting hingga tidak penting. Hal ini tidak lepas dari kepopuleran gadget canggih yang banyak beredar di pasaran, sebut saja smartphone yang penggunanya sudah mencapai ratusan juta orang. Hal itu tidak lepas dari kesuksesan dua sistem operasi ternama saat ini yakni Apple iOS dan Google Android.

Karena kepopulerannya itulah banyak orang beramai - ramai untuk memiliki gadget, khususnya smartphone. Dan yang paling banyak dicari adalah smartphone dengan sistem operasi Android karena terdapat banyak vendor yang mengadopsinya seperti Sony Xperia, LG, HTC, Lenovo, Samsung Galaxy dll sehingga lebih banyak pilihan yang bisa diperoleh. Selain itu kisaran harganya pun sangat bervariasi.

Dan sama seperti sebagian besar gadget lainnya, perangkat dengan sistem operasi Android membutuhkan beberapa perawatan agar tetap dapat bekerja dengan optimal, terutama untuk perangkat Android yang memiliki spesifikasi rendah. Karena jika tidak pernah dilakukan perawatan, performa dari perangkat Android akan mengalami penurunan. Dan mengingat sangat banyaknya pengguna yang masih baru dalam menggunakan perangkat Android, masih sangat banyak orang yang belum paham apa saja yang menyebabkan performa perangkat Androidnya menurun.

Performa perangkat Android mulai menurun karena beberapa hal, dan menurut saya yang paling banyak terjadi karena kesalahan penggunaan. Nah untuk itu pada kesempatan kali ini saya akan memposting tentang beberapa tips untuk mengatasi hal tersebut pada blog Dunia Gadget 558 ini. Yuk kita cek di TKP :D

Tips mengatasi Android lemot


Sebenarnya penanganan untuk mengatasi perangkat dengan sistem operasi yang memiliki icon robot hijau itu tidaklah terlalu sulit. Saya sendiri menyimpulkan bahwa semakin rendah spesifikasi perangkat atau gadget yang kita miliki, semakin rajin kita untuk harus melakukan perawatan. Dan beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain :

Gunakan sewajarnya


Ini adalah hal yang paling sering dilupakan oleh pengguna Android terutama yang menggunakan perangkat dengan spesifikasi yang kurang mumpuni. Jadi hal pertama yang harus anda perhatikan adalah kenali spesifikasi perangkat anda! Karena jika kita sudah mengenal spesifikasinya, maka seharusnya kita tau seberapa batas kemampuan device (perangkat) kita. Istilahnya "Jangan samakan Sony Xperia Tipo dengan Sony Xperia Z". Maksudnya adalah jangan memaksakan perangkat untuk melakukan hal yang bisa dengan mudah dilakukan oleh perangkat lain yang memiliki spesifikasi lebih tinggi. Misalnya : bermain game yang terlalu berat.

Anda harus bisa mengira - ngira aplikasi apa yang layak digunakan pada perangkat anda, yang sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Atau untuk lebih mudahnya : Hindari aplikasi - aplikasi yang "berat". Berikan pula waktu untuk "loading" yang cukup pada perangkat anda, misalnya pada saat anda baru saja menyalakannya, jangan langsung digunakan. Biarkan perangkat membaca seluruh data yang tersimpan terlebih dulu, baru setelah beberapa saat anda bisa menggunakannya dengan normal. Istilahnya "berikanlah dia waktu untuk pemanasan sebelum diajak berolah raga". Saat membuka dan menutup aplikasi pun anda harus melakukan hal yang serupa untuk meminimalisir "lag" atau gerakan patah - patah (tidak lancar) saat menggunakannya. Biarkan perangkat membaca secara sempurna aplikasi yang ingin anda jalankan, barulah anda gunakan aplikasi tersebut, atau biarkan perangkat menutup aplikasi secara sempurna sebelum anda membuka aplikasi lainnya.

Hapuslah cache secara berkala


Cache bisa dibilang sebagai file sampah yang akan terus menumpuk jika tidak dibersihkan. Cache yang sudah terlalu banyak akan membuat memory penuh dan akan berpengaruh pada performa dan mengakibatkan perangkat mulai lemot. Anda bisa menghapusnya dengan cara menginstal aplikasi cache cleaner yang ada di Google Play <<-- Klik disini untuk mulai mencarinya. Belum tau cara menginstal aplikasi pada Android langsung melalui PC? Silahkan baca tutorial singkatnya pada postingan Cara mendownload aplikasi Android lewat PC atau Laptop.

Low on space atau memory internal penuh


Mengatasi memori internal yang penuh bisa dengan berbagai cara. Selain cara yang sudah saya tulis diatas (menghapus cache), solusi lain untuk mengatasi hal ini adalah dengan memindahkan aplikasi ke memori eksternal yang bisa anda simak pada posting Cara memindahkan aplikasi Android ke SD card. Namun jika anda sudah pernah mencoba cara ini dan memory tetap penuh, anda bisa mencoba untuk memasang sebuah aplikasi yang powerful yakni Link2SD. Namun sebelumnya anda harus membuka akses root pada perangkat Android anda. Untuk mengoperasikannya bisa anda simak tutorialnya pada posting cara menggunakan Link2SD.

Matikan aplikasi yang tidak perlu!


Mematikan aplikasi yang berjalan di backgroud sangatlah penting karena jika anda membiarkannya, maka efeknya adalah perangkat anda akan terus bekerja, sehingga membuatnya cepat panas dan menguras daya beterai dengan cepat. Selain itu, efek yang paling terasa adalah performanya yang akan jauh berkurang (lemot).

Cara mematikan aplikasi yang berjalan di background sebenarnya mudah saja, pastikan anda selalu menggunakan menu "exit" ketika ingin menutup aplikasi, atau jika tidak ada menu tersebut gunakan tombol back berulang - ulang hingga aplikasi menutup. Hindari tombol "home" yang biasanya ada di tengah karena jika anda menggunakan tombol itu, maka aplikasi akan tetap berjalan di background (yang berguna untuk multitasking). Atau jika anda sudah menggunakan perangkat Android versi 4.0 Ice Cream Sandwich, anda bisa menggunakan fitur bawaan yang memudahkan anda menutup aplikasi seperti yang bisa anda baca pada posting Cara mudah mematikan aplikasi di Android ICS.

Anda juga bisa mengatur autorun pada aplikasi Android yang anda install dengan menggunakan aplikasi Gemini App Manager, dimana dengan aplikasi ini anda bisa mengatur apakah autorun pada aplikasi tertentu harus dimatikan atau tetap dinyalakan. Tujuan mematikan autorun pada aplikasi tersebut adalah agar perangkat tidak terlalu terbebani dengan banyaknya aplikasi yang terinstall, karena sering kali aplikasi juga akan ikut berjalan di background ketika perangkat baru dinyalakan tanpa anda ketahui. Untuk langkah menggunakan Gemini App Manager, silahkan anda baca pada posting Cara menggunakan Gemini App Manager.

Hapus aplikasi yang tidak perlu


Ini juga salah satu hal yang menjadi kebiasaan para pengguna perangkat Android. Menginstal begitu banyak aplikasi namun sangat jarang digunakan. Jika perangkat yang anda gunakan memiliki spesifikasi yang kurang mumpuni, ini akan menjadi sebuah masalah besar karena akan mempengaruhi performa perangkat secara signifikan. Jadi menghapus aplikasi yang sekiranya tidak perlu sangat wajib untuk dilakukan. Saya juga menyarankan anda untuk menghapus Bloatware agar tidak terlalu membebani perangkat Android anda.

Nah itulah beberapa tips mengatasi Android lemot yang bisa saya bagikan pada posting kali ini. Semoga bermanfaat :D

Mau Info Hot

Apa Keuntungan Root Android?

Tips Android
Apa Keuntungan Root Android? - Bicara soal Android, pasti kita juga akan sering mendengar beberapa istilah yang berkaitan dengan sistem operasi yang memiliki icon robot hijau tersebut. Beberapa istilah pada Android yang paling sering kita dengar antara lain adalah root, dimana istilah tersebut seakan - akan tidak bisa lepas dari sistem operasi Android. Namun mengingat sangat banyaknya konsumen yang baru mengenal Android, mungkin masih banyak juga yang masih belum mengerti tentang pengertian dari istilah tersebut. Maka dari itu, pada posting yang ditujukan untuk menginformasikan tentang dasar Android ini saya akan sedikit membahas tentang istilah tersebut.

Root Android
Apa itu root pada Android? Sebenarnya hal ini sudah saya bahas pada posting yang berjudul pengertian root pada Android, namun kali ini saya akan mengulang untuk membahasnya lagi dengan bahasa yang sedikit berbeda. Root pada Android berfungsi untuk memberikan hak SuperUser (yang biasanya disingkat dengan SU) yang berarti sistem akan memberikan hak penuh kepada pengguna untuk masuk ke dalam sistem operasi Android, atau istilahnya kita diijinkan untuk mengutak atik "akar" dari sistem operasi Android.

Sehingga pengguna bisa dengan leluasa untuk mengubah, mengedit, atau menghapus file - file pada system. Root sendiri hampir sama dengan Administrator pada sistem operasi Windows CMIIW. Nah setelah memahami sedikit tentang root Android, saya akan masuk ke pembahasan utama yaitu tentang keuntungan dari root Android. Namun sebelumnya saya akan memberitahukan terlebih dahulu tentang kekurangannya. Yuk kita cek di TKP :D

Kekurangan atau kerugian root Android


Beberapa kerugian jika pengguna melakukan root pada Android antara lain :

Menghilangkan garansi device


Mengapa root dapat menghilangkan garansi device? Oke, sebelumnya kita lakukan sebuah perumpamaan lagi. Root kita umpamakan sebagai segel. Untuk mengutak atik bagian di dalam sebuah perangkat, pastinya kita perlu membuka segel tersebut, sama dengan jika kita ingin membuka isi file pada system, kita membutuhkan akses root (membuka segel). Jadi jika kita melakukan atau membuka akses root, (mungkin) kita dianggap telah membuka "segel pada system", dimana segel yang utuh diperlukan agar kita dapat meng-klaim garansi. Namun pengguna tidak perlu khawatir akan hal itu, karena pengguna dapat menutup kembali akses root dengan cara meng-unroot device atau perangkat Android nya.

Android root rentan terinveksi virus berbahaya


Konon, perangkat atau device Android yang sudah di-root memiliki resiko lebih besar terhadap serangan malware dan virus. Hal ini disampaikan oleh salah satu merek Anti Virus terkemuka di dunia. Namun beberapa pihak termasuk para pengguna membantahnya sehingga hal ini masih menjadi perdebatan. Menurut saya hal ini tidaklah 100% benar, karena resiko terkena malware atau virus tetap ada meskipun device belum di-root. Hal itu tergantung dari kehati - hatian sang pengguna dalam menginstal aplikasi pada perangkat Android nya. Jika sang pengguna menginstal aplikasi sembarangan, maka akan semakin besar resiko untuk terinveksi malware atau virus lainnya.

Namun hal ini juga tidak 100% salah karena logikanya, jika program jahat dengan bebas bisa masuk ke dalam system, maka pastinya program jahat (malware) tersebut dapat dengan mudah mengobrak abrik isi dari seluruh program. Tapi menurut saya hal ini bisa dihindari jika sang pengguna mencegah izin akses root pada sembarang aplikasi. CMIIW

Agar terhindar dari malware, ada baiknya anda membaca pedoman dalam memilih dan menginstal aplikasi pada posting tips memilih aplikasi Android.

Keuntungan root Android


Setelah mengetahui beberapa kekurangannya, kini saya akan menginformasikan tentang kelebihan dari root, diantaranya adalah :

Dapat menginstal aplikasi yang membutuhkan izin SuperUser (root)


Beberapa aplikasi keren dan powerful membutuhkan izin akses SU (root) agar dapat beroperasi secara maksimal. Namun kembali saya ingatkan untuk selalu berhati - hati dalam memberikan izin akses root kepada sembarang aplikasi karena bisa sangat berbahaya.

Dapat mengoptimalkan memory internal


Hal ini adalah yang paling di idam - idamkan oleh pengguna device Android yang memiliki kapasitas penyimpanan internal yang kecil (termasuk saya). Tapi bukan berarti jika kita sudah me-root perangkat Android kita maka memory internal akan bertambah secara otomatis. Perlu beberapa utak - atik lebih lanjut lagi, diantaranya dengan cara menghapus Bloatware dan memindahkan data aplikasi ke memory eksternal. Untuk memindahkan data aplikasi ke memory eksternal tersebut, anda bisa menggunakan aplikasi Link2SD, yang tutorialnya bisa anda baca pada posting cara menggunakan Link2SD.

Meningkatkan performa device


Ini juga merupakan salah satu hal yang paling diinginkan oleh konsumen yang menggunakan device Android dengan spesifikasi rendah. Namun sekali lagi bukan berarti setelah di-root, perangkat Android anda akan langsung "ngebut". Tentunya perlu utak - atik lebih lanjut lagi. Contohnya dengan cara mengatur autorun dari aplikasi yang bisa dilakukan dengan memanfaatkan aplikasi Gemini App Manager, melakukan overclock untuk menaikkan kecepatan prosesor, atau dengan menginstal Custom ROM (ROM tidak resmi yang merupakan hasil dari modifikasi ROM asli atau stock ROM).

Jadi perlukah root Android kita?


Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangannya, apakah kesimpulan yang anda dapatkan? Perlu atau tidak me-root perangkat Android? Root memang berguna, tapi juga beresiko. Jika anda ingin mengutak - atik perangkat Android anda terutama untuk meningkatkan performanya, pastinya root akan sangat diperlukan. Di sisi lain beberapa resiko seperti yang sudah saya sebutkan diatas harus anda tanggung sendiri, meskipun menurut saya tidak ada hal yang tidak beresiko. Toh kita masih bisa meminimalisir resiko tersebut. Namun jika anda masih merasa terlalu awam dan takut untuk mengambil resikonya, maka sebaiknya anda hindari root Android anda.

Semoga bermanfaat :D

Mau Info Hot

Cara Mengendalikan Laptop Dengan Android

Cara Mengendalikan Laptop Dengan Android - Alangkah menyenangkan jika kita dikelilingi oleh gadget canggih yang menemani hidup kita. Wah pasti ada sebagian pemirsa pembaca yang mengidamkan hal tersebut, atau mungkin semuanya? Sama kalo gitu hehehe :P. Dulu waktu saya masih kecil saya pernah berimajinasi tentang handphone canggih (karena waktu itu belum ada istilah smartphone) yang bisa digunakan untuk berbagai macam hal, salah satunya adalah untuk mengendalikan laptop dari jarak jauh, seperti remote control. Setelah sekian lama mengidamkan hal tersebut di era yang sudah serba canggih ini ternyata ada beberapa developer atau pengembang aplikasi yang memiliki imajinasi serupa dengan saya dan mewujudkannya dalam bentuk nyata.

Ya, mengendalikan laptop dengan handphone bukan lagi menjadi sebatas imajinasi semata. Berkat lahirnya beberapa sistem operasi canggih seperti iOS dan Android membuat pengembang semakin bersemangat mengembangkan karya - karyanya lewat aplikasi yang juga tidak kalah canggihnya.

Beberapa aplikasi pada Android yang memiliki fitur untuk mengendalikan laptop anda diantaranya adalah :


Itu adalah 5 aplikasi yang memiliki peringkat teratas pada toko aplikasi Android (Google Play). Untuk hasil lainnya bisa anda lakukan pencarian sendiri melalui link ini. Saya sendiri sudah pernah melakukan percobaan pada salah satu aplikasi tersebut dan terbukti bekerja dengan baik, yakni untuk aplikasi nomor dua pada urutan yang saya tulis diatas (WiFi Mouse). Untuk review dan cara penggunaanya bisa anda baca pada posting saya yang berjudul Cara menjadikan Android sebagai Mouse.

Namun sebelum menginstal aplikasi, pastikan anda mengikuti beberapa pedoman untuk memilih aplikasi yang baik agar anda terhindar dari malware dan sejenisnya. Pedoman tersebut dapat anda baca pada posting Tips memilih aplikasi Android. Dan pastikan juga anda selalu mendukung karya - karya developer tersebut dengan menghindari beberapa cara - cara tidak resmi yang bisa merugikan developer, karena cara - cara tersebut bisa membuat para developer kehilangan penghasilan mereka yang pastinya akan membuat semangat mereka untuk membuat aplikasi canggih lain akan menurun.

Mau Info Hot

Mengapa Kita Harus Mematikan Ponsel Pada Saat Naik Pesawat Terbang

Mengapa Kita Harus Mematikan Ponsel Pada Saat Naik Pesawat Terbang - Karena ini juga menyangkut soal gadget, jadi saya putuskan untuk membahas soal ini di blog Dunia Gadget 558 ini. Beberapa dari pemirsa pembaca blog ini pasti sudah pernah naik pesawat terbang bukan? Dan ketika menaiki pesawat, biasanya para penumpang di peringatkan untuk mematikan perangkat komunikasi mereka seperti handphone, smartphone, PC tablet dan perangkat elektronik lain sebelum lepas landas.

Mematikan ponsel di pesawat
Sumber gambar: www.komhukum.com
Ketika menaiki salah satu maskapai penerbangan lokal, saya sendiri pernah menegur seseorang yang duduk di sebelah saya karena dia tetap asyik sms-an ketika pesawat akan lepas landas. Dan alasan yang dia berikan saat saya tegur adalah "maklum mas, baru pertama kali naik pesawat, jadi gak tau. Hehehe". Nah hal seperti itulah yang juga turut mendorong saya untuk menyempatkan diri membuat artikel ini.

Apa yang terjadi jika kita tidak mematikan perangkat elektronik kita pada saat naik pesawat terbang? Beberapa hal yang perlu anda ketahui adalah, perangkat elektronik pada pesawat terbang itu sangatlah sensitif. Pilot di pesawat dan petugas di menara penerbangan (entah apa atau siapa namanya) harus terus berkomunikasi untuk memastikan beberapa hal seperti kapan harus lepas landas misalnya. Sehingga jika kita masih menyalakan ponsel atau asyik sms-an, pancaran gelombang radio yang dihasilkan oleh ponsel kita akan mengganggu komunikasi mereka. Akibatnya bisa saja terjadi mis-komunikasi antar keduanya, dan itu bisa saja sangat fatal karena jika terjadi kesalahan komunikasi, bukan tidak mungkin pesawat lain akan menabrak pesawat yang kita tumpangi jika pesawat yang kita tumpangi memasuki runway pada saat yang tidak tepat. Itu yang pertama. Runway adalah jalur pacu, tempat pesawat berakselarasi untuk terbang dan mendarat.

Selain itu pada saat kita sudah terbang, pesawat menggunakan perangkat elektronik untuk menentukan arah terbang (alat navigasi) yang konon sangat sensitif dengan gelombang elektronik. Sehingga jika perangkat navigasi itu mengalami gangguan, bukan tidak mungkin pesawat akan keluar jalur terbang nya atau istilahnya "nyasar". Beberapa perangkat elektronik lain dalam pesawat juga tergolong sangat sensitif sehingga sangat diharuskan untuk anda mematikan ponsel anda pada saat menaiki pesawat terbang. Karena kesalahan kecil saja yang terjadi, bisa berakibat fatal bagi seluruh penumpang. Kasarnya begini :
"Kalo elo gak matiin hp lo, bukan cuma elo yang mati, tapi kita semua di (pesawat) sini juga bakal terancam keselamatannya! Ngerti gak lo?!"
Jadi resiko jika kita tidak mematikan ponsel di pesawat akan ditanggung oleh seluruh penumpang pesawat. Jadi memang tidak salah jika ada orang lain yang menegur orang yang tetap menyalakan perangkat ponsel karena keselamatan mereka (yang menegur) juga terancam. Meskipun demikian, pada beberapa perangkat canggih pada masa kini sudah didukung dengan fitur Flight Mode atau modus terbang, sehingga perangkat tersebut tidak akan menerima atau memancarkan sinyal radio apapun.

Amankah kita menggunakan Flight Mode pada gadget saat sedang naik pesawat terbang? Hemm, berikut adalah opini saya tentang hal tersebut :

Menurut logika saya, tetap menggunakan gadget yang sudah di setting ke Flight Mode akan aman JIKA anda tidak menggunakannya pada 2 saat kritis dalam penerbangan, yaitu pada saat mendarat (landing) dan lepas landas (take off). Mengapa demikian? Karena kecelakaan pada pesawat sering kali terjadi pada 2 saat kritis tersebut, dimana pada 2 saat itu dibutuhkan ketepatan yang amat sangat tinggi agar pesawat dapat selamat. Jadi untuk meminimalisir kesalahan, alangkah baiknya jika anda tidak menggunakan perangkat elektronik apapun pada 2 saat rawan tersebut, termasuk jika anda "hanya" menggunakannya untuk mendengarkan musik.

Karena konon, perangkat akan tetap mengeluarkan gelombang tertentu pada saat digunakan, sehingga akan berpotensi mengganggu beberapa perangkat elektronik pada pesawat yang memang sensitif terhadap gelombang. Namun perlu saya ingatkan bahwa ini hanyalah opini saya semata, dan saya tidak mengerti apa - apa soal prosedur keselamatan penerbangan. Jika dirasa perlu, sebaiknya anda tanyakan hal ini kepada mereka yang berkompeten di bidangnya.

Intinya adalah mematikan ponsel di pesawat itu "WAJIB" demi keselamatan seluruh awak pesawat dan anda sendiri. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi pemirsa sekalian :)

Mau Info Hot

Cara Menjadikan Android Sebagai Mouse

WiFi mouse
Cara Menjadikan Android Sebagai Mouse - Pernah tidak pemirsa merasa malas jika harus berada terlalu dekat dengan laptop atau PC kita? Namun kita mau tidak mau harus melakukannya karena ada keperluan tertentu yang hanya bisa dilakukan dengan komputer baik PC maupun laptop. Atau pernah tidak pemirsa berpikiran seandainya gadget kita bisa digunakan sebagai "mouse portable" pasti akan sangat menyenangkan. Apalagi jika gadget kita dapat digunakan sebagai keyboard nya sekaligus, wah pasti akan sangat berguna ya terutama bagi yang merasa malas harus duduk berlama - lama untuk memandangi laptop.

Menggunakan gadget Android sebagai keyboard dan mouse sekarang bukan lagi hanya sebuah impian, karena beberapa developer atau pengembang aplikasi sudah mengembangkan aplikasi untuk membuatnya menjadi nyata. Salah satu dari aplikasi yang pernah saya coba dan berhasil adalah aplikasi WiFi Mouse.

Aplikasi Android ini bekerja dengan menggunakan jaringan WiFi sebagai "perantara" nya, sama seperti namanya yakni WiFi mouse. Anda harus menghubungkan laptop atau PC ke WiFi dan juga smartphone Android anda di jaringan WiFi yang sama. Namun anda terlebih dahulu harus menginstall aplikasi yang sama pada PC atau laptop anda.

Aplikasi itu diperlukan agar gadget Android anda bisa dijadikan remote kontrol untuk laptop atau PC anda dengan baik. Saya juga biasa menggunakannya saat ingin browsing sambil tiduran atau bersandar di kursi sehingga membuat browsing jadi lebih rileks :P. Nah di posting kali ini saya akan memberikan tutorial penginstalannya serta mereview sedikit tentang cara menggunakan aplikasi ini. Yuk kita cek di TKP :D

Aplikasi untuk menjadikan Android sebagai mouse dan keyboard


Pertama yang harus kita lakukan pastinya adalah menginstall aplikasi WiFi mouse baik untuk PC / laptop maupun smartphone Android kita. Untuk perangkat Android, silahkan anda sedot aplikasinya di Google Play. Dan untuk PC atau laptop anda, silahkan sedot di wifimouse.necta.us lalu pilih beberapa pilihan link di bagian mouse server seperti pada gambar dibawah ini
Install mouse server di PC atau laptop

WARNING..!! Aplikasi ini bisa saja berbahaya bagi keamanan data anda! Sangat disarankan untuk membaca Tips memilih aplikasi sebagai pedoman keamanan gadget anda. Setelah menginstall aplikasi ini pada PC / laptop atau smartphone anda, berhati - hatilah dalam memasukkan data pribadi anda seperti data rekening atau ID & Password lainnya. Jika anda masih ragu akan keamanan aplikasi ini, silahkan batalkan instalasi, atau jika anda yakin ini akan aman, silahkan anda lanjutkan instalasinya dengan catatan RESIKO DITANGGUNG SENDIRI..!!
Pada saat installasi, akan muncul sebuah popup karena aplikasi ini akan meminta hak administrator pada PC anda. Perbolehkan jika anda yakin aplikasi ini akan aman.

Setelah kita menginstall aplikasi WiFi mouse pada PC / laptop dan smartphone Android kita, hal pertama yang harus anda lakukan adalah menghubungkan keduanya pada satu jaringan WiFi yang sama. Jika anda tidak memilikinya, anda bisa menggunakan fitur tethering pada Android anda. Bagi yang belum tau cara tetherting Android, silahkan mampir terlebih dahulu ke halaman cara memanfaatkan Android sebagai modem.
Android tethering

Double klik aplikasi mouse server pada PC atau laptop anda, maka aplikasi ini akan berjalan di background, lalu buka aplikasi WiFi mouse pada smartphone Android anda, maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini.
Aplikasi untuk menjadikan Android sebagai mouse

Silahkan masukkan alamat IP PC atau laptop mu pada ruang yang tersedia, lalu pilih Connect. Atau sentuh saja pilihan Auto Connect seperti yang ditunjukkan di dalam kotak berwarna hijau pada gambar diatas.

Menggunakan Android sebagai mouse dan keyboard laptop
Nah jika sudah, maka anda sudah bisa menggunakan gadget Android anda sebagai mouse dan keyboard portable untuk PC atau laptop anda. Perhatikan gambar diatas. Pada gambar sebelah kiri adalah mouse mode. Area pada kotak berwarna kuning adalah untuk mengarahkan kursor pada PC atau laptop anda, sama seperti touch pad pada laptop. Lalu pada area di dalam kotak berwarna hijau adalah untuk klik kiri, sedangkan untuk klik kanan ada di area dalam kotak warna biru. Dan untuk area di dalam kotak berwarna merah adalah untuk scrolling. Jika anda ingin berpindah ke modus keyboard, anda tinggal menyentuh area pada kotak kecil di pojok kiri bawah layar gadget anda.

Nah cukup mudah bukan penggunaannya :D. Sekarang anda sudah bisa menggunakan smartphone Android anda sebagai mouse dan keyboard portable untuk PC atau laptop anda. Berminat dengan aplikasi ini? Silahkan sedot di Google Play. Semoga bermanfaat :D

Mau Info Hot